Warga Binjai Mencari Keadilan ke DPRD Setelah Diduga Diteror Preman

Dalam upaya mencari keadilan dan perlindungan, seorang warga Kota Binjai bernama Heni, berusia 38 tahun, mendatangi DPRD Kota Binjai. Heni merasa tertekan dan diteror, terutama karena keluarganya diduga berusaha diusir dari rumah yang telah mereka huni sejak tahun 1942. Situasi ini mencerminkan ketidakberdayaan warga dalam menghadapi kekuatan yang lebih besar, dan menunjukkan pentingnya peran DPRD dalam memberikan dukungan kepada masyarakat yang teraniaya.
Pengaduan Heni kepada DPRD
Pada Rabu, 3 Juni 2026, Heni hadir di DPRD Kota Binjai bersama sang adik untuk menyampaikan keluh kesahnya. Ia menjelaskan bahwa rumah yang kini menjadi sumber permasalahan itu masih dihuni oleh ibunya, Ramlah, yang berusia 84 tahun. Ramlah telah tinggal di lokasi tersebut selama puluhan tahun, menjadikan tempat itu bagian penting dari sejarah keluarga mereka.
Intimidasi dari Oknum yang Mengatasnamakan Satpol PP
Heni menceritakan bahwa keluarganya pernah dikunjungi oleh beberapa orang yang mengaku sebagai anggota Satpol PP Provinsi Sumatera Utara. Dalam pertemuan tersebut, mereka meminta agar keluarga Heni meninggalkan rumah dengan iming-iming uang ganti rugi sebesar Rp5 juta. Tawaran ini, menurut Heni, terasa merendahkan dan tidak adil, mengingat nilai rumah yang mereka tinggali selama ini jauh lebih tinggi.
“Kami diminta untuk pergi dari rumah tanpa mempertimbangkan hak kami. Mereka juga menawarkan uang Rp5 juta yang jelas tidak sebanding dengan nilai rumah kami,” ungkap Heni saat berbicara di hadapan anggota DPRD Kota Binjai. Heni berpendapat bahwa kedatangan oknum tersebut mungkin atas suruhan seseorang bernama Doli, yang diduga terlibat dalam skema pengusiran ini.
Tekanan yang Berlanjut
Situasi menjadi semakin menegangkan ketika Heni dan keluarganya mulai mengalami tekanan dari sekelompok pria yang diduga berasal dari kawasan Pajak Tavip. Heni menyatakan bahwa mereka merasa terancam dan diintimidasi oleh tindakan yang tampaknya terorganisir dan berpotensi melanggar hukum.
“Kami merasa tertekan dan terancam. Rumah tersebut telah menjadi tempat tinggal keluarga kami sejak 1942. Kami tidak ingin kehilangan tempat yang memiliki makna sejarah bagi kami,” tambah Heni dengan nada penuh harap akan keadilan.
Ikatan Keluarga yang Kuat dengan Tempat Tinggal
Heni juga mengenang kenangan indah bersama keluarganya di rumah tersebut. Ayahnya yang telah meninggal dunia dulunya bekerja di Bioskop Ria, dan rumah itu menjadi saksi perjalanan hidup mereka. Dengan begitu banyak kenangan yang terukir, keluarga Heni merasa bahwa mereka tidak hanya berjuang untuk sebuah tempat tinggal, tetapi juga untuk menghormati warisan leluhur mereka.
Respon DPRD dan Tindak Lanjut
Pengaduan Heni mendapatkan perhatian dari Anggota DPRD Kota Binjai dari Fraksi PKS, Fitri. Ia menyatakan komitmennya untuk meneruskan laporan tersebut kepada pimpinan DPRD guna ditindaklanjuti. “Kami akan memastikan bahwa pengaduan ini tidak diabaikan. Ketua DPRD Kota Binjai dijadwalkan untuk membahas masalah ini dalam waktu dekat,” ujar Fitri, menandakan bahwa suara rakyat tetap didengarkan.
Pentingnya Dukungan Institusi dalam Mencari Keadilan
Kasus ini menunjukkan betapa pentingnya peran DPRD dalam memberikan perlindungan bagi warga yang terancam. Dalam menghadapi pihak-pihak yang berpotensi melakukan tindakan yang tidak adil, dukungan dari lembaga pemerintahan adalah kunci untuk mencapai keadilan. Ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak ragu dalam melaporkan tindakan intimidasi yang mereka alami.
- Keluarga Heni memiliki sejarah panjang dengan rumah tersebut sejak 1942.
- Penawaran uang ganti rugi yang tidak proporsional menjadi salah satu titik masalah.
- Diduga ada keterlibatan oknum berinisial Doli dalam pengusiran.
- Tekanan dari oknum yang mengaku anggota Satpol PP menciptakan ketakutan di kalangan keluarga.
- DPRD berkomitmen untuk menindaklanjuti laporan Heni dan keluarganya.
Menegaskan Hak atas Properti
Kasus Heni dan keluarganya adalah salah satu contoh dari banyak situasi di mana hak atas properti dipertanyakan. Di Indonesia, hak atas tanah dan bangunan sering kali menjadi sumber konflik. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami hak-hak mereka dan mencari bantuan hukum ketika diperlukan.
Heni dan keluarganya berjuang bukan hanya untuk mempertahankan rumah, tetapi juga untuk menegaskan hak mereka sebagai warga negara. Dengan melibatkan DPRD, mereka menunjukkan bahwa ada saluran formal untuk mengatasi ketidakadilan. Ini adalah langkah penting dalam proses pencarian keadilan, di mana suara rakyat harus didengar dan diperjuangkan.
Peran Masyarakat dalam Menjaga Keadilan
Penting bagi masyarakat untuk terlibat dalam menjaga keadilan dan melawan intimidasi. Kesadaran akan hak-hak mereka dan keberanian untuk berbicara sangat diperlukan dalam menghadapi berbagai tantangan. Dukungan dari lembaga-lembaga pemerintahan, seperti DPRD, memberikan harapan bagi mereka yang merasa terpinggirkan.
Kasus ini juga mencerminkan perlunya peningkatan kesadaran hukum di kalangan masyarakat. Dengan memahami hak-hak mereka, warga dapat lebih siap dalam menghadapi situasi yang tidak menguntungkan dan berjuang untuk keadilan yang seharusnya mereka dapatkan.
Kesimpulan: Mencari Keadilan Bersama
Heni dan keluarganya adalah contoh nyata dari perjuangan rakyat untuk mendapatkan keadilan. Dengan keberanian untuk melapor dan mencari dukungan dari DPRD, mereka memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya institusi pemerintahan dalam menjaga hak-hak warganya. Kasus ini menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan yang dihadapi, keadilan tetap bisa dicapai jika kita bersatu dan berjuang bersama.





